Blogger Widgets

Minggu, 03 Juni 2012

Sansevieria


Assalamu'alaikum teman-teman. Kali ini aku akan mencoba untuk membahas tanaman yang sangat bermanfaat bagi kita, nama tanaman ini adalah Sansevieria atau biasanya di namai dengan nama Lidah Mertua ( Tapi temen - temen ane bilangnya sensefera, hahahha).
Ternyata banyak banget kegunaan dan juga manfaatnya misalnya untuk menyerap kotoran - kotaran yang ada di udara (aqw nggak tau yang sesungguhnya seh, hahhahaha, tapi kemungkinan begitu)
Langsung aja nih dia dari artikel tetangga.

Banyak kota–kota di dunia memiliki kualitas udara yang buruk. Zat-zat pencemar udara yang paling sering dijumpai di lingkungan perkotaan adalah SO2, NO dan NO2, CO, O3­­, SPM (Suspended Particulate Matter) dan Pb (Lead). Polutan-polutan tersebut juga menyebabkan hujan asam, global warming, dan anomali iklim El Nino-La Nina yang merusak lingkungan hidup. Hal ini menyebabkan filter polutan secara alami sudah jauh berkurang sehingga menyebabkan kanker paru (Bronchogenic Carsinomas).
Kanker paru di Indonesia menduduki peringkat 4 kanker terbanyak dengan prognosis buruk. Kanker paru di perkotaan dapat disebabkan oleh paparan polutan (xenobiotik). Polutan yang gagal dimetabolisme dengan metabolisme xenobiotik akan menyebabkan mutasi pada gen supresor tumor. Mutasi menyebabkan penonaktifan gen supresor tumor seperti gen p53. Akibat hal ini maka sel paru menjadi sel kanker berprofeliferasi sehingga menyebabkan terjadinya kanker paru.
Dari etiopatogenesis tersebut maka penulis mencoba mencari data tentang tanaman hias yang dapat mendukung terapi preventif kanker paru berbasis kesehatan lingkungan. Data tersebut diperoleh dengan menggunakan metode metaanalisis dengan pengumpulan berbagai referensi ilmiah terkait. Kemudian data dianalisis dan dikaji baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
Dari hasil studi literatur diketahui bahwa tanaman yang potensial adalah lidah mertua (Sansevieria sp). Sansevieria sp memiliki zat aktif pregnane glikosid (Purwanto, 2006). Polutan yang telah diserap kemudian dikirim ke akar, pada bagian akar, mikroba melakukan proses detoksifikasi. Proses detoksifikasi ini mempergunakan zat aktif pregnane glikosid. Melalui proses ini, mikroba akan menghasilkan suatu zat yang diperlukan oleh tanaman seperti asam amino, gula, dan asam organik. Setelah didetoksifikasi juga dihasilkan udara yang telah bersih.
Sansevieria sp mampu menyerap polutan derivat hidrokarbon seperti formaldehid sebanyak 0,938 mikrogram/jam, jadi untuk ruangan 100 m2 cukup ditempatkan Sansevieria laurentii dewasa berdaun 4-5 helai. Untuk ruangan dengan volume 100 m3 (panjang x lebar x tinggi = 5 x 5 x 4 m3) dapat ditempatkan Sansevieria dewasa sebanyak 5 helai sebagai penetralisir udara tercemar agar ruangan tersebut bebas polutan.
Konsep ecocity mampu menyediakan lahan hijau terbuka yang lebih luas untuk ditanami Sansevieria sp sehingga bisa mendukung untuk mengoptimalkan fungsi Sansevieria sp. Selian itu kosen ini mampu meningkatkan kesdaran masyarakat akan pentingnya kesehatan lingkungan.

Sansevieria atau lidah mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari. Sansevieria memiliki daun keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing.
Sanseviera dikenal dengan sebutan tanaman lidah mertua karena bentuknya yang tajam. Sanseviera tak hanya sebagai tanaman hias, tapi juga memiliki manfaat untuk menyuburkan rambut, mengobati diabetes, wasir, hingga kanker ganas. Sementara seratnya digunakan sebagai bahan pakaian. Di Jepang, Sanseviera digunakan untuk menghilangkan bau perabotan rumah di ruangan.
Dibanding tumbuhan lain, Sanseviera memiliki keistimewaan menyerap bahan beracun, seperti karbondioksida, benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene.
Sansevieria dibagi menjadi dua jenis, yaitu jenis yang tumbuh memanjang ke atas dengan ukuran 50-75 cm dan jenis berdaun pendek melingkar dalam bentuk roset dengan panjang 8 cm dan lebar 3-6 cm. Kelompok panjang memiliki daun meruncing seperti mata pedang, dan karena ini ada yang menyebut Sansevieria sebagai tanaman pedang-pedangan.
Tumbuhan ini berdaun tebal dan memiliki kandungan air sukulen, sehingga tahan kekeringan. Namun dalam kondisi lembap atau basah, sansiviera bisa tumbuh subur.
Warna daun Sansevieria beragam, mulai hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak, dan warna kombinasi putih kuning atau hijau kuning. Motif alur atau garis-garis yang terdapat pada helai daun juga bervariasi, ada yang mengikuti arah serat daun, tidak beraturan, dan ada juga yang zig-zag.
Keistimewaan lidah mertua adalah memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan. Penelitian NASA bekerja sama dengan ALCA telah menemukan bukti-bukti bahwa tanaman ini secara alami mampu mengurangi polusi tersebut.
Ditinjau berdasarkan jenisnya sansevieria ada dua jenis yakni yang pertama yaitu sansevieria keturunan asli/spesies sedangkan yang kedua adalah jenis hasil persilangan/hibridasi yang bisa disebut dengan jenis sansevieria hibrid.
Dari bentuk hibrid inilah sansevieria akan tercipta dengan karakter dan fisik yang berbeda dari induknya atau yang sering disebut dengan spesies hibrid atau sansevieria hibrid. Mutasi sansevieria juga dapat terjadi dari perbanyakan melalui stek daun.
sumber: http://imagination-my.blogspot.com 

0 komentar:

Posting Komentar





Copyright © 2011 Template Doctor