Blogger Widgets
Tampilkan postingan dengan label Alutsista. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alutsista. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Desember 2012

SBY Resmikan Pangkalan Militer Masa Depan

Pasukan TNIPresiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) atau fasilitas pusat pemeliharaan perdamaian dan keamanan di kawasan Santi Dharma, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Kawasan ini, yang pembangunan tahap pertama akan kami resmikan hari ini, Insya Allah akan menjadi kawasan pendidikan, pelatihan, dan kajian yang lengkap, termasuk tempat untuk  international event,” kata Yudhoyono di Sentul, Jawa Barat, Senin 19 Desember 2011.

Yudhoyono mengungkapkan, IPSC di Sentul itu ke depannya juga akan menjadi pangkalan militer, pusat pelatihan kontraterorisme, pelatihan tanggap budaya, serta kampus Universitas Pertahanan. “Kampus (Universitas Pertahanan) di Salemba tidak memadai. Maka akan dibangun di sini, sehingga fasilitas lebih lengkap,” ujar dia.

Yudhoyono juga meminta agar IPSC nantinya dilengkapi dengan tempat lomba tembak. Menurutnya, tim Indonesia kerap juara dalam lomba tembak. Oleh karena itu, Yudhoyono berharap agar suatu saat Indonesia dapat menjadi tuan rumah lomba tembak.

“Pemerintah, dalam hal ini Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan akan terus bekerja melengkapi kawasan ini,” terang Yudhoyono.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, IPSC berfungsi untuk menyelenggarakan kegiatan latihan serta memelihara kemampuan personel maupun satuan TNI yang disiapkan untuk operasi pemeliharaan perdamaian.

IPSC, menurut Purnomo, juga akan menjadi tempat perencanaan kebutuhan operasi, administrasi, dan logistik, dalam rangka pelaksanaan latihan bagi personel dan satuan TNI yang disiapkan untuk operasi pemeliharaan perdamaian.

Lokasi IPSC persisinya berada di kawasan Santi Dharma yang terletak di Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. IPSC dibangun di area seluas 261 hektar lebih, di ketinggian 450 meter di atas permukaan laut, di kawasan perbukitan Sentul.

IPSC terdiri dari pusat pemeliharaan perdamaian, pusat pelatihan penanggulangan terorisme, pusat pelatihan penanggulangan bencana, pusat bahasa, dan markas pasukan siaga TNI. Area IPSC juga dilengkapi dengan fasilitas dari laboratorium bahasa, serta fasilitas latihan hingga mess bagi anggota TNI yang melaksanakan pendidikan.

IPSC ini akan berada di bawah komando perwira tinggi TNI berpangkat Brigadir Jenderal, dan wakilnya yang berpangkat kolonel. Setiap anggota TNI yang dilatih di sini merupakan anggota TNI dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, yang telah melalui tahap seleksi.

Untuk menghijaukan kawasan IPSC yang berada di kawasan perbukitan ini, sebelumnya telah dilakukan penanaman 1 miliar pohon pada 28 November 2011 lalu. Penanaman pohon dilakukan langsung oleh Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, beserta Panglima TNI, Menteri Pertahanan, dan Menteri Kehutanan.

sumber vivanews.com

Jumat, 07 Desember 2012

Tank Medium Pindad: Labirin



Kita telah mendengar berulangkali PT pindad akan membuat tank medium untuk mengisi kebutuhan TNI AD. Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono mengatakan tank Pindad itu berkekuatan 500 tenaga kuda dengan bobot sekitar 28 – 30 ton.
Beberapa anggota Komisi I DPR mengaku telah melihat prototype tank pindad tersebut. Antara lain Wakil ketua Komisi 1 DPR, TB hasanuddin. “Prototipe tank sudah jadi dan sudah jalan. Hasilnya cocok, kenapa tidak dikembangkan. Tinggal sekarang bilang oke, buat yang banyak”, ujar TB Hasanuddin.
KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo juga berbicara tentang tank medium Pindad. “Pindad hanya mampu mengembangkan tank tingkat sedang. Untuk tank berat kita belum mampu. TNI sedang bekerja sama dengan PT Pindad mengembangkan tank yang ada”, ujar KSAD.
Seharusnya prototype-nya sudah berwujud karena tahun 2008, Presiden SBY meminta PT Pindad membuatkan Tank bagi TNI AD.
Informasi terakhir yang dipublikasikan Kementerian Pertahanan adalah, PT Pindad bekerjasama dengan Korea Selatan untuk membuat tank/ Infantry Fighting Vehicle K-21 yang dipasang turret 90mm dari CMI Belgia.

Tank / IFV K-21 Korea Selatan
Akan tetapi, kita tidak punya gambaran seperti apa tank medium yang akan dibuat Pindad. Tank K-21 hanya mengusung Canon 40mm atau 30 mm. Sketsanya pun tidak tahu seperti apa ?. Gelap. Informasi terbaru muncul dari “Julian Assange Indonesia” Audryliahepburn. Menurut “Julian Assange Indonesia” ini, tank medium Pindad berbentuk menakjubkan. Kira kira hull-nya (body) menyerupai tank Merkava Israel dengan turret menyerupai Abrams Amerika Serikat.
Tank medium Pindad itu, berbobot 28-30 ton, memiliki canon 105mm dengan setir di sebelah kanan dan engine di kiri.
Yang menjadi pertanyaan adalah, hull tank medium negara mana yang akan dijadikan rujukan ? Tank Merkava merupakan MBT dengan bobot 60 ton ke atas, demikian pula dengan M1 Abrams.

Heavy Tank Merkava Mk4 Israel
Sejauh ini panser Anoa merujuk pada VAB Renault Perancis. Rantis Pindad 4×4 merujuk ke Renault Sherpa APC 4×4 Perancis. Jika kita menelusuri rekam jejak Pindad, maka tank yang akan dibuat seharusnya merujuk ke Perancis. Pilihannya adalah AMX-56 LeClerc. Namun LeClrec berupa main battle tank berbobot 54 ton. Pilihan lain, AMX-30 dengan bobot 36 ton dan canon 105mm. Namun tank ini sudah jadul. Pertama diproduksi tahun 1966. Bentuk hull-nya pun tidak mirip dengan Merkava Isreal.
MBT LeClrec Perancis
Bagaimana dengan tank Korea Selatan ?. Tank utama Korea Selatan adalah K2 Black Panther 55 ton dan KIA1 berbobot 56 ton. Spesifikasi tank Korea yang berbobot 28-30 ton adalah IFV K-21. Namun tank itu tidak didisain untuk mengangkut Canon 105. Bentuknya pun jauh dari Merkava. Pertanyaan lanjutan adalah, tank Pindad ini menggunakan turret apa ?. Sejauh ini kita belum pernah mendengar Indonesia akan membeli turret M1 Abrams, walaupun Abrams memiliki turret canon 105mm.
Untuk urusan Canon, yang paling memungkinkah adalah menggunakan CT-CV Turret 105 mm Belgia, karena TNI telah lama bekerjasama dengan CMI- Belgia, sejak pemasangan canon 90mm di tank Scorpion Inggris.
CT-CV Turret 105 mm Belgia memang diciptakan untuk light atau medium tank, baik roda bergerak atau rantai berjalan. CT-CV Weapon System dilengkapi canon yang mampu menembakkan berbagai jenis amunisi kaliber 105m NATO, maupun ATGM.
Dengan sudut tembakan -10° hingga +42°, turet ini diklaim cocok untuk daerah urban serta geografis yang sulit, termasuk beyond-line-of-sight engagements. CT-CV Turret 105 mm didisain untuk panser atau tank medium yang bisa diangkut pesawat terbang. Turret ini memiliki sistem pengindera siang dan malam, menembak lawan sambil bergerak, ammunition rack with autoloader, fully digitized system, sehingga dijuluki Hunter Killer.
Turret CT-CV Weapon System, Belgia
Jadi apakah mungkin tank K-21 Korea Selatan akan dipasang CT-CV Turret 105 mm Belgia ? Namun hull tank K-21 tidak mirip Merkava Israel. Turet CT-CV Weapon system Belgia, juga tidak mirip dengan Turret M1 Abrams. Jadi kira-kira, dari mana asal muasal tank medium Pindad yang disebut berbobot sekitar 30 ton itu ? Apakah tank itu benar-benar dibuat oleh Pindad atau beli bekas lalu dimodifikasi/refurbished ? Tambah bingung lagi.
Mari kita dengarkan penjelasan dari Direktur Produk Manufaktur Tri Hardjono yang disampaikan tahun 2012 silam: “PT Pindad akan melakukan pengembangan Panser Canon 6×6 Anoa, untuk menghasilkan Kavaleri (Canon 90 mm) dan Infanteri Fighting Vehicle (Canon 20 mm)”.
Kalimat tersebut bisa diartikan Pindad akan membuat Panser Tarantula/Black Fox dengan Canon CSE 90mm Belgia. IFV Canon 20mm berarti semacam Tank K-21 Korea Selatan.
“PT Pindad juga akan menjalankan program retrofit tank AMX-13 beroda rantai untuk peningkatan daya gerak, daya gempur, fungsi optik, dan komunikasi”.
Kalimat ini jelas, dan kita sudah melihat AMX-13 hasil retrofit Pindad.
“Selain itu, PT Pindad akan melakukan peremajaan medium tank dengan perkiraan harga per unit mencapai Rp 35 miliar. Pengembangannya memakan waktu 1,5 sampai 2 tahun. Pada 2014 nanti, medium tank ini sudah bisa unjuk kemampuan di hadapan masyarakat”.
Tri Hardjono tidak menjelaskan tank medium mana yang akan diremajakan senilai Rp 35 miliar/ unit. Peremajaan itu dilakukan sejak tahun 2012 dan seharusnya selesai tahun ini. Tank mana yang dimaksud ?. Indonesia saat ini tidak memiliki medium tank. BMP-3, AMX-13, Scorpion, Alvis Stormer, semua berbobot di bawah 20 ton. Apalagi AMX-13 hanya 15 ton.
Apakah PT Pindad meremajakan generasi kedua tank medium China Type 69. Tank ini memang mengusung canon baru 105mm, turbocharged engine, Points of light into the fire control system, night vision, friction dampers serta suspensi baru.
Tank Type 69-II China
Tapi menurut saksi mata, tank baru Pindad itu, akan melakukan proses pemotongan baja. Bisa jadi ada beberapa proyek yang dikerjakan PT Pindad, bisa juga tidak. Informasi yang didapat terlalu melebar dan tidak fokus. Memang agak susah mencari tank medium yang canggih saat ini, karena negara-negara maju secara militer, tidak lagi mengembangkannya, pasca perang dunia II. Mereka memilihuntuk memodernisasi main battle tank seperti: Leclrec Perancis, T-99 China, MBT 70 Jerman, T-90 Rusia, M1 Abrams AS, Arjun India, Zulfikar Iran, Merkava Israel, Al-Khalid Pakistan, PT-91 Polandia, Challenger 2 Ingris dan lain sebagainya.
Tank medium seperti Panzer IV Jerman, M4 Sherman AS, AMX 30 Perancis, sudah ditinggalkan.
Memang ada beberapa negara yang mengembangkan tank medium, namun tidak banyak, antara lain Argentina dengan Tanque Argentino Mediano atau tank TAM. Tank tersebut dijadikan Argentina sebagai main battle tank dengan canon 105 mm FM K.4 Modelo 1L. Tank berbobot 30 ton ini dibuat berbagai varian seperti: Self-propelled howitzer, Armored Recovery, dan ATMG. Namun tidak ada sejarahnya Indonesia bekerjasma dengan Argentina. Beritanya pun tidak pernah terdengar.

Tank TAM, Argentina
Kalau melihat produsen tank terkemuka saat ini, PT Pindad bisa jadi membidik Infantry Fighting Vehicle (IFV) Marder buatan Jerman. IFV Marder memiliki bobot 28,5 ton dengan mengusung canon 20 mm Rheinmetall dan MILAN ATGM launcher. Model hull-nya mirip dengan tank Merkava Israel. IFV Marder mulai dipensiunkan dari militer Jerman dan sekarang ditawarkan keluar negeri. IFV Marder yang ditawarkan termasuk paket retrofit untuk memenuhi kualifikasi operasi tempur terkini. Dengan demikian seharusnya tidak ada masalah bila Pindad ingin memiliki IFV Marder ini. Sama halnya dengan pembelian 100 MBT Leopard 2 eks Jerman oleh TNI AD. Leopard 2 mulai dilepas Jerman, karena negara itu sedang terlibat join production dengan Amerika Serikat untuk proyek MBT-70.
IFV Marder 1A3 Jerman
Bahkan perusahaan Rheinmetall Jerman, menyiapkan diri untuk meng-upgrade Marder tersebut, baik dalam bentuk Infantry Fighting Vehicle ataupun berupa main battle tank ukuran medium. Menurut Rheinmetall, perubahan dari IFV menjadi medium-weight main battle tanks merupakan solusi yang jitu secara keuangan, tanpa mengurangi kehandalan tank tersebut.
Marder 1A5
Gambar di bawah ini adalah IFV Marder yang telah di-overhauled oleh Rheinmetall dengan teknologi proteksi dan sistem kemudi yang baru. Tank medium Marder ini mengusung canon 105mm Oto-Melara. Turet asli Marder diganti dengan turet baru: M151 Protector remotely controlled weapon. Proteksi balistiknya juga ditingkatkan menjadi STANAG Level 4+ dan Mine Protection Level 3a/3b+. Mesinnya dirubah menjadi MTU MB883 diesel bertenaga 600 tenaga kuda.
Marder Retrofit Canon 105mm
Pembangunan Tank medium PT Pindad berbasis IFV Marder dengan canon 105 mm Rheinmetall/ Oto-Melara, bisa seiring dengan pengadaan dan refurbished 100 MBT Leopard 2 yang sedang dipesan TNI AD.
APC Marder (Upgrade)
Pindad akan melakukan pemotongan pertama baja tank medium beberapa bulan lagi. Semoga saja disainnya merujuk ke IFV Marder Jerman, sehingga terwujud apa yang dikatakan, hull menyerupai Merkava dan turet mengikuti Abrams. Tank itu pasti laris manis di Asean dan membanggakan. Kita jadi ingat pernyataan Atase Militer Perancis ke Indonesia: “Kalau membuat alutsista, langsung ke negara produsennya”.
Hasil Retrofit Marder Jerman yang Pensiun
Quote of the Day:
“Jadi jangan lagi ada anak buah saya yang hanya gosok-gosok tank itu saja (tank lama), membersihkan rantai, mengganti oli, tanpa bisa digunakan. Kasihan sekali, dan itu sangat menyakitkan”: KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo
 
sumber

Pindad siap produksi tank tempur


Ilustrasi (istimewa)
Ilustrasi (istimewa)

PT Pindad dalam waktu dekat siap memproduksi tank tempur medium dengan bobot 20 ton. Ditargetkan pada 2014 prototipe tank tempur ini akan rampung.

Pembuatan tank tempur ini menjadi salah satu target pengembangan produksi PT Pindad ke depan. Hal tersebut lantaran tank tempur ini merupakan produk baru bagi Pindad.

Diketahui pengembangan tank tempur ini ternyata tidak dengan proses kerja sama atau alih tekhnologi (ToT) dengan perusahaan tank luar negeri.

"Kita tidak kerja sama dengan luar. Kita kembangkan sendiri," kata Kepala Sekretariat Perusahaan PT Pindad Iwan Kusdiana di Bandung, Selasa (16/10/2012).

Terkait dengan kebijakan pemerintah yang memborong tank medium Marder dari Jerman yang belum jelas mengenai alih teknologinya, Pindad mengaku dalam pengembangan juga tidak akan meniru jenis tank itu.

Sementara itu Kepala Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad Hery Mochtady menambahkan, tank yang sedang dikembangkan Pindad akan mengacu pada kebutuhan dan permintaan TNI.

"Kita tidak meniru dari mana-mana. Kita desain sesuaikan requirement kavaleri TNI," jelas dia.

Sejauh ini tahapan yang dilalui sampai pada pembuatan desain. Dalam pembuatan desain, dilibatkan kavaleri. Tapi tidak sampai mereka masuk lebih jauh ke dalam.

"Target kita pada 2014 sudah jadi prototipe. Setelah prototipe jadi, kita mulai produksi," tegasnya.

Dia menambahkan, sejauh ini proses ToT kendaraan khusus hanya menyangkut panser cannon 90 mm yang dibeli pemerintah sebanyak 22 unit. Dari jumlah itu, 11 di antaranya dirakit oleh PT Pindad.

sumber Sindonews.com

Selasa, 24 Juli 2012

Adu Kuat dengan Tetangga di Ambalat

Marinir ambalat karang unarang Adu Kuat dengan Tetangga di AmbalatAda situasi yang berubah di perairan Ambalat, Nunukan, kalimantan Timur akhir- akhir ini. Tidak ada kapal TDLM yang mengganggu atau melakukan provokasi mendekati Suar di karang Unarang. Tidak ada pula pesawat Malaysia yang terbang melintas, mencoba memanas-manasi anggota TNI yang berpatroli. Yang tampak hanya kumpulan burung melayang memburu ikan yang berenang. Sementara Bendera Merah Putih kokoh berkibar di Menara Karang Unarang tertiup angin.
Situasi damai ini ada penyebabnya. Armada kapal perang RI yang bertugas di Ambalat, telah dilengkapi rudal Yakhont buatan Rusia serta rudal C-802 buatan China. Kedua rudal ini bisa jadi meningkatkan daya gertak terhadap semua ancaman. Betapa tidak, rudal Yakhont mampu melumat sasaran berjarak maksimum 300 km. Rudal di KRI Oswald Siahaan ini sangat besar, panjang 8,9 meter dengan diameter 0,7 meter. Mampu melesat pada kecepatan Mach 2,5 dengan bobot luncur tiga ton. Tampaknya belum ada Kapal Perang di Asean yang bisa mengatasi rudal yakhont. Malaysia memesan rudal ini ke Rusia, namun belum memiliki kapal yang bisa dipasang rudal Yakhont.
Rudal C802 300x225 Adu Kuat dengan Tetangga di Ambalat
Untuk sasaran lebih dekat, KRI di Ambalat dilengkapi Rudal C-802 yang mampu menggasak sasaran kapal permukaan, hingga 120 km. Rudal C-802 menuju sasaran dalam ketinggian 5-7 meter di atas permukaan laut dengan kecepatan Mach 0,9.
KRI yang disebar di Ambalat juga dilengkapi beragam jenis torpedo, rudal Harpoon, dan Exocet, meriam 120 mm, 76 mm, 57 mm, 40 mm, 20 mm. Selain itu ada bom laut, RBU-6000, ASRL/ASROC, Mistral dan sebagainya. Seluruh rudal ini telah lolos ujicoba tahun 2011 lalu.
Ancaman potensial dari Malaysia adalah kapal selam modern Scorpene Perancis yang baru dibeli. Untuk itu TNI menempatkan CN-235 MPA yang dipersenjatai dan bertugas mendetkesi kapal selam sekaligus mengunci target dengan misil. CN-235 MPA menggunakan alat pendeteksi kapal selam dari Perancis, karena kapal selam Scorpene Malaysia, buatan Perancis.
kri oswald siahaan2 Adu Kuat dengan Tetangga di Ambalat
Sebagai pertahanan udara, personil di Ambalat dan Karang Unarang, dilengkapi berbagai misil, tergantung kesatuan mereka. Ada misil QW-3 milik TNI AU, Strella, Igla, Mistral milik TNI AL, Gian tbow, Zur-kg, TD-2000b , SA-7 Skyshield,dan S-60.
Indonesia juga menyiapkan pesawat peringatan dini boeing 737 awe&c, skuadron UAV di Pontianak, serta Heli tempur MI-35.
Untuk urusan anti kapal selam, KRI Cakra-401 telah melakukan uji tembak senjata taktis Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) yang menghantarkan eks KRI Karang Galang ke dasar laut. Kapal ini juga menjadi sasaran tembak rudal C-802 yang diluncurkan KRI Layang-805.
Torpedo SUT yang menjadi senjata andalan kapal selam KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402, dibuat oleh PT DI, hasil alih teknologi dari Korea Selatan. Torpedo berbobot 1,4 ton dengan hulu ledak 260 Kg, mampu menjangkau sasaran tembak efektif maksimal 40 Km.
Selain rudal Yakhont yang sudah terpasang, kini Indonesia mematangkan rudal empat tingkat RX-420 LAPAN yang telah uji tembak di Pameungpeuk, Garut-Jawa Barat. Pameungpeuk, tempat bersejarah bagi sistem rudal Indonesia, karena dari tempat ini rudal pertama Indonesia, Kartika ditembakkan ahli TNI-AD, ITB dan teknisi Uni Soviet di Jaman Bung Karno.
Sebelum ditembakkan di Garut, rudal tersebut dipelajari di Lanud Kalijati, Subang- Jawa Barat. JIka anda ingin melihat, seperti apa struktur rudal/SAM Rusia, silahkan datang ke Kalijati, jika diizinkan Komandannya….xixixi.


http://jakartagreater.com/2012/03/adu-kuat-dengan-tetangga-di-ambalat/

Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional

anoa Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional
Panser Anoa 6x6
Setelah melakukan riset bertahun tahun, PT Pindad sukses membuat Panser Anoa yang disainnya merujuk VAB Renault Perancis. Tak disangka, Panser ini dibeli oleh Malaysia, Brunei Darussalam dan Oman. Bahkan Bangladesh dan Nepal sedang menjajaki pembelian Panser ini. Tidak sia-sia Panser Anoa menggunakan mesin mahal Renault, karena memang terbukti handal. Mesin Renault Panser Anoa sempat dipertanyakan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat itu, karena mahal.
Nama Panser Anoa V2 berangsur angsur harum, sejak dipakai oleh Pasukan Garuda Indonesia di Lebanon. Malaysia pun membeli Anoa 6×6 untuk pasukan di Lebanon, karena Panser 4×4 Malaysia dianggap tidak cocok di Lebanon.

panser anoa 4 Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional
Panser Anoa Pasukan TNI Lebanon

Pindad Naik Kelas
Kini PT Pindad mencoba naik kelas dengan membuat prototye Panser Canon 90 mm. Body panser ini lebih menyerupai APC Black Fox Korea dibanding Panser Anoa. Hull depan lebih tajam dari Anoa, untuk memaksimalkan pertahanan.
panser canon anoa1 Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional
Panser Canon 90mm Pindad

Terciptanya Panser Canon Pindad tidak terlepas dari kerjasama RI dengan Korea Selatan. Korea memberi transfer teknologi hull Tarantula, setelah Indonesia memesan 22 Panser.
Pesanan Indonesia ini cukup unik. Indonesia memesan 22 Panser Tarantula dipersenjatai Canon CSE90 mm. Padahal selama ini Tarantula hanya menggunakan senjata canon 20 mm atau 40mm. Canon CSE90 mm itu pun, dibeli Indonesia dari Belgia sebanyak 22 unit.

Korea 6x6 Canon1 Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional
Panser Tarantula Korea

Korea Selatan menyetujuinya permintaan Indonesia. Namun hingga kini canon tersebut belum diinstal karena akan dikirim ke Korea Selatan tahun 2013. Perjanjiannya, 11 canon diinstal di Korea dan 11 lainnya di PT Pindad.
Sementara PT Pindad sendiri, telah menginstal Canon CSE 90 mm ke prototype Panser model Tarantula. Hal ini karena Indonesia memiliki canon CSE 90mm dari light tank Scorpion.

cse 90 canon1 Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional
Canon CSE 90 mm Belgia

Canon CSE90 mm dikendalikan secara elektronik dan mampu menembak sasaran di malam hari. CSE90 mm didukung penjejak laser jarak jauh untuk menembakkan munisi APFSDS-T. CSE90 dilengkapi senjata mesin 7,62mm serta pelontar granat.
Jika demikian, untuk apa 22 Panser Tarantula yang akan dikerjakan Korea tahun 2013 ?.
Panser Tarantula memiliki varian 6×6 dan 8×8. PT Pindad bisa mengadopsi Tarantula 8×8, untuk dipasang Cockerill CT-CV Canon 105 mm, dengan misil anti-tank Falarick 105, atau TOW misil anti-tank. Panser 8×8 memiliki kestabilan yang lebih bagus, sehingga memiliki kemampuan tembak lebih akurat. untuk canon besar atau TOW.

Blackfox Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional
Tarantula/ Black Fox 8x8 Korea

Panser Tarantula bisa diangkut dengan C-130 Hercules dan mampu mengangkut 12 personil. Sementara Anoa hanya 10 personil.
Tank Medium atau IFV ?d
Langkah selanjutnya, pada tahun 2014, Pindad akan memproduksi tank medium, untuk memenuhi kebutuhan pertahanan TNI Angkatan Darat. Presiden SBY dan Komisi 1 DPR telah menyetujuinya. Namun tank medium itu, tampaknya tidak akan terwujud dalam waktu dekat.
Saat ini Pindad sedang mendalami Tank K 21 Korea Selatan dan Armored Combat Vehicle ACV 300 Turki. Namun kedua lapis baja itu, berfungsi sebagai Infantry Fighting Vehicle (IFV) dan pengangkut pasukan, bukan tank tempur.

acv 300 Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional
ACV 300 Turki

Untuk itu lapis baja tersebut tidak membawa canon berat. Tank K 21 hanya dilengkapi canon 40mm dan misil TOW untuk anti-tank. Sementara ACV dilengkapi senjata 25mm M242 Bushmaster chain gun.
Melihat fakta tersebut tampaknya PT Pindad hanya akan membuat tank pengangkut pasukan, Infantry Fighting Vehicle atau tank destroyer.
Indonesia telah memiliki kisah menggabungkan lapis baja recognaisance Scorpion dengan Canon 90mm. Akibatnya, saat bergerak, tank Scorpion Indonesia terlihat doyong ke depan karena membawa canon besar.

tank scorpion 1 Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional
Tank Scorpion Canon 90mm

Mengapa memilih Tank K 21 ?
Indonesia juga telah bekerjasama dengan Korea untuk membuat Tank K 21. Jika sudah ada ACV 300, untuk apalagi IFC K 21 ?
Tank K 21 Korea bisa dikatakan cacat secara struktur. Korea mengembangkan Tank K 21 mengacu pada U.S. Army M2A3 dan BMP-3 Rusia, dengan tujuan memiliki kemampuan amphibi. Namun tank K 21 telah dua kali tenggelam dalam ujicoba di sungai dan danau.

K21 deagel Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional
Tank K 21 Korea Selatan

Kasus terakhir terjadi Juli 2010 yang menewaskan prajurit dan teknisi Korea Selatan. Tank seberat 25-30 ton itu tenggelam saat memasuki danau. Evakuasi dilakukan tiga jam kemudian, namun kru K 21 telah tewas. Diduga K 21 tenggelam karena kesalahan sistem saluran udara mesin.
Saat ini Pindad telah membuat tank mirip BTR 50. Sementara Tank K 21 merujuk pada model BMP 3 Rusia. Lalu K 21 untuk apa ?
Di bawah ini varian awal prototype tank yang telah dibuat PT Pindad.

tank pindad Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional
Prototype Tank Pindad (Posted By Audryliahepburn)
ACV 300 Turki
Bagaimana dengan ACV 300 Turki ?. Ada kabar ACV 300 akan dipasang canon 90 mm atau 105 mm. Sangat riskan jika Pindad memaksakan seperti itu. Pengguna ACV 300 seperti UEA, Malaysia dan Philipina tidak memasang canon 90 mm ke ACV 300, termasuk negara pembuatnya Turki.

ACV300AdnanBaktarShikan8 Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional
ACV 300 Anti-Tank Missile

Turki mengembangkan varian ACV 300, lebih sebagai Tank Destroyer (ACV-ATV). ACV 300 diinstal TOW Under Armor (TUA) turret, misil anti-tank. Sementara untuk tank tempur, Turki menggunakan: MBT Leopard 2A4, Leopard 1, M60 A, serta M48A5.
acv 06 Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional
ACV Tank Destroyer

Terlepas dari hal itu, saat ini para ahli Pindad sedang mempelajari sistem olah gerak dan suspensi ACV 300 Turki.
Tank Nasional
Kalau melihat uraian di atas, tank Indonesia ke depan kayaknya akan seperti pasar malam. Ada Panser Anoa, Panser Canon Pindad, Tarantula, K 21, ACV 300. Lalu sperti apa bentuk Tank Nasional yang bisa diandalkan ?
Ada baiknya Indonesia memilih MBT KIA1 Korea Selatan, untuk dijadikan Tank Nasional. K1A1 Korea Selatan mengusung meriam advance 120mm M256. Canon M256 merupakan canon yang diinstal di tank M1A1 Abrams.

kiai korea Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional
Tank KIA1 Korea

Samsung Thales juga menyediakan sistem kendali penembakan yang dilengkapi dua varian thermal imager, penjejak infra merah serta Kamera TV Pengintai.
leopard 2a6 Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional
MBT Leopard 2A6 Jerman

Belum lagi Tank MBT Leoprad 2A6, sudah pasti akan datang ke tanah air. PT Pindad tentunya akan membogkar habis tank tersebut, untuk dipelajari. Jerman juga sudah menjanjikan transfer teknologi terbatas untuk Leopard 2A6. Tank Nasional nantinya bisa saja menggunakan canon canggih Canon 120mm rheinmentall milik MBT Leopard 2A6.
pembelian scorpion Panser Canon Pindad Menuju Tank Nasional
MBT Leopard 2A6

Sementara ACV 300 Turki atapun K21, bisa dikembangkan ke versi support fire, tank destroyer TUA missil, mortar ataupun self propelled anti air gun.(Jkgr).


http://jakartagreater.com/2012/05/panser-canon-pindad-menuju-tank-nasional/

Panser Kanon 90 mm: “Monster” Pengusung cannon Kebanggaan

Panser kanon 90 mm (foto: Army Recognition)
Setelah berhasil memukau publik dan jajaran TNI melalui kemunculan produk panser Anoa, ternyata tak membuat Pindad cepat berpuas diri. Kini industri senjata yang berpusat di Bandung ini justru kian getol menciptakan panser yang kemampuannya tak lagi sebatas mengusung personel alias varian APC (Armoured Personnel Carrier), tetapi berlanjut dengan panser yang memiliki kemampuan mengusung senjata kanon kaliber 90 mm.

Tujuan pembuatan panser kanon 90 mm—yang purwarupanya muncul pertama kali pada pameran Indodefence 2008—ini tak lain sebagai wujud kelanjutan program pengembangan varian panser Anoa yang sudah terlebih dulu dibuat Pindad seperti varian ARV, mortir, komando, recovery, logistik dan ambulan. Dengan mengusung kanon kaliber 90 mm, varian ini sedari awal memang dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan Batalyon Kavaleri sebagai pemberi bantuan tembakan.

Tampilan depan panser kanon (foto: Beritahankam.blogspot.com)
Menyandang gelar sebagai panser kanon pertama buatan lokal, tentunya tak serta merta membuat panser kanon ini memakai 100% komponen lokal. Apalagi dalam jual beli alutsista, calon konsumen lebih suka dengan komponen yang sudah terbukti keampuhannya. Karena itulah, untuk lebih menjamin keampuhan panser kanon ini, Pindad tak melenggang sendirian, tetapi menggandeng mitra dari negara lain, sebut saja Renault yang menjadi penyuplai mesin dan CMI Defense sebagai penyedia kanon kaliber 90 mm.

Kiat yang diambil Pindad untuk menciptakan panser kanon ini adalah merombak “barang lama” yang sudah ada, sehingga tak perlu mendesain panser kanon dari nol alias baru. Apalagi setelah dikuasainya teknologi pembuatan panser oleh Pindad, makin memuluskan jalan pembuatan panser kanon ini.

Tak percaya? Lihat saja bermodalkan desain panser Anoa berpenggerak 6 roda (6X6), para insinyur Pindad menyulap Anoa varian APC menjadi varian kanon. Sama halnya dengan Anoa varian APC yang desainnya merujuk pada desain panser negara lain yaitu VAB (Vehicule de l'Avant Blinde) buatan Prancis, desain panser kanon ini konon kabarnya juga merujuk ranpur lapis baja asing Black Fox 6X6 buatan Doosan, Korea Selatan.

Jika dibedah lebih jauh, jeroan panser kanon 90 mm ini tak beda jauh dengan panser Anoa varian APC. Untuk mesin panser misalnya, masih menggunakan produk dari Renault, Prancis. Kemudian transmisi dan sistem suspensi independen pada keenam rodanya juga sama dengan yang diterapkan pada panser Anoa varian APC.

Perbedaan paling kentara baru bisa dipergoki pada bagian atas bodi panser. Tak lagi terlihat “polos” seperti varian APC, panser satu ini justru tampil garang dengan menempelnya sistem kubah senjata CSE-90 Mk III buatan CMI Defense, Belgia.

Kemampuan
Secara keseluruhan, panser kanon berbobot 14 ton ini memiliki dimensi panjang 6 m, lebar 2,5 m, dan tinggi 2,9 m. Bicara soal kemampuan, panser ini sanggup melaju hingga kecepatan maksimum 90 km/jam dengan kemampuan jelajah sejauh 600 km. Kemampuan ini tak lepas dari dukungan mesin Renault yang dicomot sebagai sumber tenaga. Maklumlah, mesin diesel enam silinder buatan Prancis ini mampu menghasilkan daya sebesar 320 HP (horse power) atau setara 237 kilowatt.

Seolah tak ingin melahirkan panser kanon kategori “cengeng”, Pindad juga menyematkan beragam senjata ampuh untuk mendongkrak kesaktian sang panser. Sebagai senjata pamungkas adalah kanon Cockerill kaliber 90 mm. Pemilihan Cockerill sendiri bukannya tanpa sebab.

Melihat kiprahnya selama ini, nama kanon Cockerill memang sudah tak asing lagi. Kanon ini sudah banyak diadopsi pabrikan ranpur dunia, terutama untuk menjadi senjata andalan kendaraan tempur berbobot 7 ton keatas seperti pada panser Black Fox 6X6, V-150, dan tank Scorpion.

Kabarnya kanon kategori low pressure ini mampu menggasak berbagai jenis sasaran darat hingga jarak 6 km, seperti rantis, truk militer, ranpur hingga gedung persembunyian musuh. Kanon yang memiliki panjang laras 3,248 m ini juga mampu menembakkan beragam jenis amunisi mulai dari HET, HEAT-T hingga HESH-T.

Sama halnya dengan panser Anoa varian APC, pada varian kanon ini terpasang senapan mesin kaliber 7,62 mm pada kubah senjata utama. Senjata pendukung yang berfungsi untuk menghajar pasukan infantri musuh ini terpasang dalam posisi segaris (coaxial) dengan senjata utama. Tak ketinggalan sebagai perlengkapan tambahan terdapat tabung pelontar granat asap kaliber 66 mm.

Untuk perangkat komunikasi tidak ada perubahan berarti. Pindad sebagai pihak pabrikan masih menyodorkan perangkat komunikasi seperti Intercom set yang berfungsi untuk komunikasi internal, VHF/FM anti Jamming dan hopping, serta perangkat GPS (Global Positioning System).

Adapun sebagai special equipment untuk mendukung panser di medan pertempuran diantaranya piranti penglihatan malam (night vision gogle/NVG) dan Winch 6 ton. Khusus untuk NVG, dengan adanya perangkat ini, membuat panser kanon mampu diajak berduel di medan tempur pada malam hari.

Prototipe Kedua
Pada bulan Desember tahun lalu, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama Tim Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) sempat melakukan kunjungan kerja ke PT. Pindad, Bandung. Kala itu Wamenhan beserta rombongan lainnya sempat melihat prototipe terbaru panser kanon 90 mm.

BEE-90 (foto: Audrey)
Prototipe terbaru yang menyandang nama BEE-90 ini tak lain merupakan prototipe kedua panser kanon 90 mm. Meski merupakan prototipe kedua, bukan berarti BEE-90 sama persis dengan sang kakak. Konon sejumlah penyempurnaan sudah diterapkan Pindad pada prototipe kedua ini sehingga sejumlah kelemahan yang ada pada prototipe pertama sudah dieliminasi.

Nah, daripada penasaran kita tunggu saja perkembangannya. Yang pasti, walau sampai saat ini masih sebatas prototipe, tak tertutup kemungkinan panser kanon ini menjadi pelengkap kehadiran panser Anoa yang sudah terlebih dulu memperkuat arsenal tempur TNI AD. Singkat kata, “monster ” pengusung kanon  kebanggaan Indonesia ini tak lama lagi akan ikut meramaikan daftar alutsista lokal penjaga kedaulatan NKRI. (Yudi Supriyono)

Spesifikasi Panser Kanon 90 mm:
Produsen: PT Pindad
Panjang: 6 m
Lebar: 2,5 m
Tinggi: 2,9 m
Kecepatan maksimum: 90 km/jam
Daya jelajah: 600 km
Mesin: Renault Diesel Inline 6 Cylinder 320 HP Turbo Charger Intercooler dengan daya 320 HP
Berat total: 14 ton
Ground clearance: 40 cm
Persenjataan:
Senapan mesin coaxial kaliber 7,62 mm.
Turret CSE-90 MK-III dengan kanon Cockerill kaliber 90 mm buatan CMI Defense (Belgia)

http://www.aviasista.com/2012/03/panser-kanon-90-mm-monster-pengusung.html

Indonesia Membangun Industri Alutsista (ALAT UTAMA SISTEM SENJATA)




KLAIM Malaysia atas blok konsesi Ambalat di Provinsi Kalimantan Timur lima tahun lalu dengan menggerakkan kapal perangnya di sekitar Karang Unarang membuat marah petinggi TNI. Cilangkap menganggap ini merupakan  penghinaan teritorial NKRI terbesar sepanjang 40 tahun terakhir karena berkaitan dengan manuver kapal perang asing yang melakukan provokasi terang-terangan sampai menyandera pekerja pembuatan mercusuar Karang Unarang.

Mabes TNI kemudian melakukan operasi militer dan intelijen dengan mengerahkan gugus tempur laut berupa kapal perang jenis fregat dan korvet serta satuan tugas pasukan marinir ke lokasi Ambalat, Sebatik, Nunukan dan Tarakan. TNI juga menempatkan sejumlah pesawat tempur di Balikpapan dan Tarakan, kemudian mengusir tegas kapal perang Malaysia dari perairan Ambalat sekaligus memastikan kehadiran permanen 5-6 kapal perang yang siap siaga 24 jam dalam sehari di perairan itu.

Kondisi ini tentu bukan untuk hangat-hangat tahi ayam.  Petinggi TNI pasti tahu bahwa urusan klaim teritorial memerlukan waktu penyelesaian bertahun-tahun dan selama waktu itu TNI harus terus melakukan pengawasan penuh atas wilayah konflik perbatasan. 

Dalam perjalanan waktu itu tentu saja pemikir strategis TNI bersama Kementerian Pertahanan melakukan olah pikir dan olah daya sembari menginventarisasi kekuatan alutsista yang dimiliki dan lalu dibandingkan dengan kekuatan alutsista milik tetangga. 

Sebagai negara kepulauan terbesar, tentu saja kekuatan angkatan laut dan udara merupakan kekuatan pukul utama manakala negara dalam keadaan diserang negara lain, baik skala terbatas maupun skala luas.  Nah, setelah dihitung-hitung dengan cermat, maka dimulailah program peremajaan alutsista dengan membeli  ke berbagai negara. 
Beberapa jenis alutsista yang dibeli bisa disebut beli murni, misalnya jet tempur Sukhoi, namun beberapa jenis lain dibeli dengan metode ToT (transfer of technology), contohnya kapal perang jenis LPD dari Korea Selatan.

Selama kurun waktu tahun 2007 sampai 2011 ini, berbagai alutsista strategis sudah ada dalam genggaman TNI bersama perkuatan personel.  Bisa disebut 4 korvet Sigma buatan Belanda, 4 LPD (Landing Platform Dock) kerja sama Korsel-PAL, integrasi sistem tempur dengan rudal Yakhont pada KRI Fregat Ahmad Yani Class, pasang rudal C802 di sejumlah Kapal Cepat Rudal, dan kerja sama pembuatan rudal C705 dengan China. 
Kemudian overhaul Kapal Selam KRI Nanggala di Korsel (bonusnya hibah 10 tank amfibi LVT-77 ), pembuatan puluhan kapal cepat rudal di PAL dan galangan kapal nasional, pembuatan kapal perang jenis LST.  Tambahan 6 Sukhoi, 17 tank amfibi BMP-3F sudah memasuki pangkalan arsenal TNI, juga instalasi radar militer di Indonesia Timur yaitu di Biak, Merauke, Timika dan Saumlaki.


Langkah Berani

Saat ini, TNI juga sedang mempersiapkan pembentukan skuadron UAV di Pontianak dan Pekan Baru, menunggu kedatangan 16 Super Tucano, menanti kedatangan 16 jet latih / tempur T-50 dari Korsel dan menambah kembali pesanan 6 Sukhoi untuk melengkapi jumlah yang ada saat ini, yaitu 10 unit, menjadi kekuatan penuh satu skuadron (16 unit).
Yang menggembirakan tentu saja adanya hibah 30 unit F16 blok 32 dari Amerika Serikat yang sudah disetujui,  kemudian melakukan upgrade 8 Hercules, pesan 4 heli Cougar dari Prancis,  pesan 4 CN 235 ASW dari PT DI. Tak ketinggalan juga menambah inventory tank amphibi dengan memesan kembali 56 unit BMP-3F dari Rusia.

Kekuatan lima heli tempur serbu jenis MI35 dan 12 Mi17 buatan Rusia sudah hadir di skuadron Penerbad. Kemudian pengadaan ratusan rudal QW3 untuk Marinir dan Paskhas, pembelian rudal Exocet terbaru untuk 4 KRI Sigma, pembuatan 154 panser Pindad, kerja sama pembuatan 44 panser Canon dengan Korsel, pengadaan rudal antitank. 
Perluasan pangkalan TNI AL di Padang, Tarakan, Kupang dan Merauke sudah selesai, pembangunan pangkalan TNI AU di Tarakan untuk menampung segala jenis pesawat tempur, penambahan puluhan batalyon infantri, mekanis, marinir dan Paskhas, pembentukan divisi 3 Kostrad.  Setidaknya ini yang tampak di depan mata.
Pada 2010, program alutsista dipertajam dengan membangun industri hankam dalam negeri dengan memberdayakan PT PAL, PT DI, Pindad, Lapan dan industri alutsista swasta untuk menghasilkan produksi dalam negeri, termasuk kerja sama dengan LN membangun alutsista di Tanah Air.

 Senjata SS2, mortir, amunisi, bom Sukhoi, kapal cepat rudal, kapal trimaran, kapal jenis LST, helikopter, pesawat angkut dan patroli CN235, roket Lapan, panser Anoa adalah buah pemberdayaan industri alutsista dalam negeri yang sudah menampakkan hasil.  Kerja sama melalui transfer teknologi dengan Korsel adalah 4 kapal LPD, dua dibuat di Korsel dan dua lainnya di PAL Surabaya.  Demikian juga dengan pembuatan 40 panser Canon, separo di Korsel sisanya di Pindad. Langkah berani Kemhan adalah melakukan terobosan besar di bawah kepemimpinan Menhan Purnomo Yusgiantoro dengan melakukan kerja sama strategis pembuatan pesawat tempur KFX bersama Korsel.  Kualitas jet tempur ini di atas F16 dan hasil kerja sama ini nantinya Indonesia akan menerima 50 unit jet tempur generasi 4,5 dan bisa memproduksi sendiri.

Kerja Sama

Kemudian Kemhan juga meluncurkan pembuatan 10 kapal perang jenis PKR kerja sama dengan Damen Schelde Belanda.  Akhir tahun 2010 sudah dimulai pengerjaannya dengan membuat 2 PKR Light Fregat. Perusahaan swasta Lundin yang berlokasi di Banyuwangi sedang mempersiapkan beberapa kapal perang jenis trimaran.
 Galangan kapal swasta di Batam sudah menghasilkan 1 kapal cepat rudal yaitu KRI Clurit dan sedang membuat beberapa KCR lainnya. Proyek rudal strategis Lapan-Pindad sedang berjalan, bahkan Lapan-Pindad saat ini sedang memproduksi massal ribuan roket Rhan setelah dilakukan uji tembak di pusat latihan tempur Baturaja Sumatera Selatan beberapa waktu yang lalu.

Untuk jangka panjang, memproduksi alutsista buatan negeri sendiri sesungguhnya memberikan nilai yang tinggi bagi generasi bangsa. Betapa tidak, mereka yang diwarisi dengan industri hankam strategis akan merasa sangat bangga bahwa tanah airnya yang bernama Indonesia sudah mampu memproduksi pesawat angkut, pesawat tempur, helikopter, kapal perang, kapal selam, tank, rudal dan lainnya.  Kondisi ini akan memberikan semangat bertanah air yang tinggi.
Ingat cara Soekarno membuat proyek bernilai nasionalis tinggi, Masjid Istiqlal, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Monas, Jembatan Semanggi, Jembatan Ampera.  Itu semua dibangun ketika ekonomi rakyat berkategori sangat miskin, namun sekarang menjadi kebanggaan bangsa dan rakyat kita.

Kita berharap pembangunan industri alutsista dalam negeri ini berjalan konsisten, terpadu, terarah dan transparan tanpa benturan konflik kepentingan.
 Soalnya musuh terbesar dalam program ini adalah ketidakkonsistenan itu sendiri dan intelijen makelar senjata yang selalu merayu petinggi Kemhan dengan berbagai cara, dengan iming-iming komisi menggiurkan untuk memakai alutsista buatan pabrik kapitalis ini dan itu.  Mudah-mudahan Menhan Purnomo yang enerjik, lincah dan berakal cerdik itu bersama pengambil keputusan di Kemhan dan Mabes TNI mampu berjalan seiring, seia sekata untuk menghasilkan alutsista strategis buatan anak bangsa, mewariskan kehormatan dan kebanggaan pada generasi bangsa. (24)



http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/09/13/158989/Indonesia-Membangun-Industri-Alutsista

Salah Satu kekuatan Indonesia Jika Berperang dengan Malaysia

Iseng-iseng saya membuka thread debat blogger Indonesia-Malaysia. Seperti biasa, Isi forum tersebut adalah perdebatan sengit yang tak jelas ujung pangkalnya. Masing-masing saling menghujat negara lawan. Nasionalisme warga negara masing-masing sangat tinggi ternyata.
Di salah satu perdebatan itu, seorang blogger Indonesia menulis bahwa Indonesia tidak pernah takut Malaysia, Karena Militer Indonesia Kuat. Koppasus Indonesia merupakan pasukan Elit terhebat ke-3 di Dunia. Blogger Malaysia panas ternyata, Ia membalas yang Intinya bahwa tak mungkin militer Indonesia bisa seperti Itu, dan mengatakan bahwa militer Indonesia tak lebih dari sekedar pecundang jika berhadapan dengan Malaysia.
Lalu Blogger Indonesia yang lain mengatakan bahwa bodoh sekali orang Malaysia yang satu itu, apakah ia tak pernah membuka Internet, coba kalau ia membuka google  lalu ketik koppasus..
Saya tak melanjutkan membaca forum itu. Terus terang, saya rasa tak ada gunanya bagi saya. Karena hanya akan menambah kebencian pada masing-masing negara yang masih serumpun ini. Tak ada solusi apapun yang didapat. Yang ada mungkin hanya rasa puas, karena kebencian yang selama ini tertahan bisa tersalurkan.
Saya malah tertarik dengan info yang memang baru kali ini saya dengar, Bahwa Koppasus merupakan pasukan elit terhebat ke-3 di Dunia. Saya pun lalu membuka google dan mengetik “Koppasus”.
Salah satu artikel yang saya temukan cukup membuat saya bangga sebagai warga negara Indonesia. Meski saya sendiri masih “kurang” percaya, namun saya rasa, ada baiknya rekan-rekan membacanya juga, supaya kebanggaan sebagai Orang Indonesia makin memuncah. Terlebih, di tengah-tengah memanasnya hubungan Indonesia-Malaysia saat ini.
KOPASSUS - TOP ELITE SPECIAL FORCES IN THE WORLD
Discovery Channel Military edisi Tahun 2008 pernah membahas tentang pasukan khusus terbaik di dunia. Seluruh pasukan khusus didunia dinilai kinerjanya dengan parameter menurut pendapat dari berbagai pengamat bidang militer dan ahli sejarah. Posisi pertama di tempati SAS (Inggris), peringkat kedua MOSSAD (ISRAEL) lalu peringkat ketiga adalah KOPASUS (Indonesia).Narator dari Discovery Channel Military menjelaskan mengapa pasukan khusus dari amerika tidak masuk peringkat terhormat. Itu karena mereka terlalu bergantung pada peralatan yang mengusung teknologi super canggih, akurat dan serba digital. Pasukan khusus yang hebat adalah pasukan yang mampu mencapai kualitas sempurna dalam hal kemampuan individu. Termasuk didalamnya kemampuan bela diri, bertahan hidup, kamuflase, strategi, daya tahan, gerilya, membuat perangkap, dan lain2nya. Kemampuan yang tidak terlalu mengandalkan teknologi canggih dan Skill di atas rata - pasukan luar Elit luar negeri lainnya menjadi nilai plus dari KOPASSUS.Itu pula yang menimbulkan anggapan 1 prajurit KOPASSUS setara dengan 5 prajurit reguler
Mungkin karena itu pula kenapa sekitar Tahun 90-an Amerika Serikat keberatan dan Australia ketakutan ketika Indonesia akan memperbesar jumlah anggota Kopassus.
Sniper Kopasus
Pasukan Infanteri Kopasus
Sebagian Kecil prestasi dan Kiprah Kopassus
1. Kopasus juga juara satu sniper dalam pertemuan Pasukan Elite Asia Pasific Desember 2006. Dengan hanya mengandalkan senjata buatan Pindad! Nomor 2-nya SAS Australia
2. Kopasus menempati urutan 2 (dari 35) dalam hal keberhasilan dan kesuksesan operasi militer (intelijen - pergerakan - penyusupan - penindakan) pada pertemuan Elite Forces in Tactical, Deployment and Assault di Wina Austria. Nomor satunya Delta Force USA.
3. Negara-negara afrika utara hingga barat sekarang memiliki acuan teknik pembentukan dan pelatihan pasukan elite mereka. 80% pelatih mereka dari perwira-perwira Kopasus
4. Pasukan Paspampres Kamboja adalah pasukan Elit yang di latih oleh Kopassus
5. Pada perang Vietnam , para tentara Vietkong meniru strategy KOPASSUS dalam berperang melawan Amerika Serikat yang mengakibatkan kekalahan Pasukan Amerika yang mempunyai persenjatan canggih dan lengkap. Kekalahan ini membuat Amerika serikat malu di mata dunia.
Semoga apa yang saya sampaikan bisa makin menambah Nasionalisme rekan-rekan sekalian. Namun yang perlu diingat adalah perang merupakan solusi terakhir. Dan saya rasa, masih amat sangat banyak solusi yang menguntungkan masing-masing negara. Bagaimanapun, hubungan baik antar tetangga haruslah tetap terbina dengan baik. Karena untuk perang pastilah perlu Dana yang tidak sedikit. Salam.






sumber:http://hankam.kompasiana.com/2010/08/27/salah-satu-kekuatan-indonesia-jika-berperang-dengan-malaysia/

Senin, 18 Juni 2012

Pidato Soekarno Tentang "Peluru kita banyak,Ayo ganyang Malaysia

Assalamualaikum.wr.wb
Kali ini saya akan membagikan info mengenai "Pidato Soekarno Tentang "Peluru kita banyak,Ayo ganyang Malaysia"". Info ini saya dapatkan dari situs merdeka.com dan dari artikelbebas-riez. Langsung saja nih disimak baik-baik =))




'Peluru kita banyak, ayo ganyang Malaysia!'

Pemerintah Malaysia berniat mematenkan tarian Tor-tor dan Gordang Sambilan (sembilan gendang) sebagai salah satu warisan negara jiran itu. Hal ini sontak memicu reaksi dari Indonesia. Sebab, pencaplokan aset budaya Indonesia bukan kali pertama ini dilakukan Malaysia.

Sebelumnya, Malaysia juga telah beberapa kali mengakui kebudayaan asli Indonesia. Sebut saja, Tari Pendet, alat musik Angklung, Kain Ulos, Lagu Jali-Jali, Motif Batik Parang dan lain sebagainya. Catatan Gerakan Sejuta Data Budaya, klaim Malaysia atas budaya Indonesia kali ini adalah yang ke-23.

Jika melihat sejarah, hubungan Malaysia dan Indonesia pernah memasuki fase-fase terburuk. Pada tahun 1962, Indonesia sempat berkonfrontasi dengan Malaysia. Penyebabnya, Malaysia hendak menggabungkan Brunei, Sabah dan Sarawak ke dalam Federasi Malaysia yang tidak sesuai dengan Persetujuan Manila.

Hal itu sontak mendapat penolakan dari Presiden Soekarno. Pemimpin besar revolusi itu bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk neo-kolonialisme dan imperialisme gaya baru yang akan mengancam kemerdekaan Indonesia.

Dengan lantang, sang proklamator saat itu menyebut Malaysia sebagai boneka Inggris dan konsolidasi Malaysia hanya akan menambah kontrol Britania di kawasan tersebut.

Sikap keras Presiden Soekarno ditanggapi demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur pada 17 September 1963. Saat itu massa menyerbu KBRI merobek-robek foto Soekarno, membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Perdana Menteri Malaysia kala itu, Tuanku Abdul Rahman dan memaksanya untuk menginjak salah satu simbol negara Indonesia itu.

Sementara di Indonesia, gelombang ketidaksenangan terhadap Malaysia terus berkecamuk. Demonstrasi di dalam negeri pun merebak. Dalam buku 'Indonesian Communism Under Soekarno', massa Partai Komunis Indonesia (PKI), yang saat itu dekat dengan kekuasaan Presiden Soekarno, menjadi yang terdepan dalam demonstrasi. Poster-poster anti-Malaysia memenuhi Jakarta dan kota-kota besar lainnya, seperti Medan dan Surabaya.

Tepatnya pada 16 September 1963, demonstrasi raksasa yang digalang massa PKI menyerbu kantor Kedutaan Besar Inggris dan Malaya di Jakarta. Unjuk rasa itu membuat kerusakan yang luar biasa. Sehari setelahnya, Malaysia memutuskan hubungan diplomatik dengan Indonesia dan di Kuala Lumpur juga berlangsung kontra-demonstrasi.

Amarah Presiden Soekarno terhadap Malaysia pun meledak. Soekarno tak terima demonstrasi anti-Indonesia di Malaysia menginjak-injak lambang negara Indonesia. Bung Karno akhirnya menyerukan kepada seluruh bangsa Indonesia untuk mengganyang Malaysia.

Berikut pidato ganyang Malaysia yang diserukan Bung Karno kala itu.

"Kalau kita lapar itu biasa
Kalau kita malu itu juga biasa
Namun kalau kita lapar atau malu itu karena Malaysia, kurang ajar!

Kerahkan pasukan ke Kalimantan hajar cecunguk Malayan itu!
Pukul dan sikat jangan sampai tanah dan udara kita diinjak-injak oleh Malaysian keparat itu

Doakan aku, aku kan berangkat ke medan juang sebagai patriot Bangsa, sebagai martir Bangsa dan sebagai peluru Bangsa yang tak mau diinjak-injak harga dirinya.

Serukan serukan keseluruh pelosok negeri bahwa kita akan bersatu untuk melawan kehinaan ini kita akan membalas perlakuan ini dan kita tunjukkan bahwa kita masih memiliki Gigi yang kuat dan kita juga masih memiliki martabat.

Yoo...ayoo... kita... Ganjang...
Ganjang... Malaysia
Ganjang... Malaysia
Bulatkan tekad
Semangat kita badja
Peluru kita banjak
Njawa kita banjak
Bila perlu satoe-satoe!"

hmmapakah kalian terima dengan sikap malaysia yang suka mengklaim budaya kita INDONESIA ? ayo kita rame-rame ganyang malaysia seperti apa kata presiden pertama kita IR SOEKARNO. ^_^ wassalamualaikum.wr.wb





Copyright © 2011 Template Doctor